Keuangan Usaha · 7 menit baca
Cara Menghitung BEP (Break Even Point) untuk Usaha Kecil, Lengkap dengan Contoh
Ditulis oleh Diky · Diterbitkan 2026-06-02 · Diperbarui 2026-07-01
Banyak pemilik usaha kecil baru sadar sudah rugi setelah beberapa bulan berjalan, padahal setiap hari terlihat ramai pembeli. Penyebabnya hampir selalu sama: mereka tidak pernah menghitung BEP atau titik impas sebelum mulai berjualan. BEP adalah titik di mana total pendapatan sama persis dengan total biaya, alias belum untung tapi juga belum rugi.
Kenapa BEP Penting Sebelum Buka Usaha
Menghitung BEP di awal membantu kamu menjawab pertanyaan paling mendasar: berapa unit produk yang harus terjual setiap bulan supaya usaha ini tidak menombok? Tanpa angka ini, keputusan seperti menentukan harga jual, target omzet, atau bahkan kelayakan sebuah ide usaha jadi sekadar tebak-tebakan.
Rumus Dasar BEP
Rumus paling umum adalah BEP (unit) = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual per Unit − Biaya Variabel per Unit). Biaya tetap adalah pengeluaran yang jumlahnya sama setiap bulan terlepas dari seberapa banyak kamu berjualan, misalnya sewa tempat, gaji karyawan tetap, dan cicilan alat. Biaya variabel adalah biaya yang naik-turun mengikuti jumlah produk yang dibuat, seperti bahan baku dan kemasan.
Contoh Perhitungan Sederhana
Misalkan kamu berjualan kopi kemasan botol. Biaya tetap bulanan (sewa dapur produksi, gaji satu karyawan, listrik) sebesar Rp6.000.000. Harga jual per botol Rp18.000, sedangkan biaya variabel per botol (bahan, botol, label, ongkos produksi) sebesar Rp8.000. Maka BEP unit = 6.000.000 ÷ (18.000 − 8.000) = 600 botol per bulan. Artinya kamu wajib menjual minimal 600 botol setiap bulan hanya untuk balik modal, dan setiap botol di atas angka itu barulah menyumbang keuntungan.
Kesalahan Umum saat Menghitung BEP
Kesalahan pertama adalah lupa memasukkan biaya tersembunyi seperti penyusutan alat, biaya admin marketplace, atau ongkos kirim yang ditanggung penjual. Kesalahan kedua adalah mencampur biaya tetap dan biaya variabel sehingga hasilnya tidak akurat. Kesalahan ketiga adalah menghitung BEP sekali saja lalu tidak pernah diperbarui, padahal harga bahan baku dan biaya operasional bisa berubah kapan saja.
Gunakan BEP untuk Menentukan Harga Jual, Bukan Sekadar Ikut Pasar
Banyak pelaku UMKM menentukan harga hanya dengan melihat kompetitor. Padahal harga kompetitor belum tentu menutup biaya kamu, apalagi jika struktur biayanya berbeda. Setelah tahu BEP, kamu bisa menghitung mundur: berapa margin yang realistis untuk dicapai dalam target penjualan bulanan yang masuk akal, lalu baru dibandingkan dengan harga pasar untuk melihat apakah usahamu kompetitif.
Supaya tidak perlu menghitung manual dengan kalkulator biasa, kamu bisa langsung memakai kalkulator BEP interaktif yang sudah kami siapkan — tinggal masukkan biaya tetap, harga jual, dan biaya variabel, hasilnya langsung muncul beserta simulasi jika harga atau biaya berubah.
Coba sekarang
Kalkulator BEP →