Keuangan Usaha · 7 menit baca
Cara Membuat Laporan Keuangan Sederhana untuk UMKM (Tanpa Latar Belakang Akuntansi)
Ditulis oleh Diky · Diterbitkan 2026-07-05 · Diperbarui 2026-07-05
Banyak pemilik UMKM mengandalkan ingatan atau catatan di buku tulis untuk melacak keuangan usaha. Cara ini bertahan sementara usaha masih kecil, tapi begitu transaksi mulai banyak, risiko salah hitung — bahkan tidak sadar sedang rugi — jadi jauh lebih besar. Kabar baiknya, laporan keuangan dasar untuk UMKM tidak serumit laporan keuangan perusahaan besar.
Tiga Laporan yang Wajib Dimiliki Lebih Dulu
Sebelum memikirkan laporan yang rumit, fokus pada tiga hal ini: catatan arus kas (uang masuk dan keluar harian), laporan laba rugi sederhana (pendapatan dikurangi biaya dalam periode tertentu, biasanya bulanan), dan catatan stok/persediaan jika usahamu menjual barang fisik.
1. Catatan Arus Kas Harian
Ini laporan paling dasar dan paling penting untuk usaha kecil. Cukup catat setiap uang masuk (penjualan, pelunasan piutang) dan uang keluar (belanja bahan, bayar listrik, gaji) beserta tanggalnya. Dari catatan ini kamu bisa langsung tahu berapa saldo kas usahamu kapan saja, tanpa perlu menunggu akhir bulan.
2. Laporan Laba Rugi Bulanan
Laporan ini menjumlahkan seluruh pendapatan dalam sebulan, lalu dikurangi seluruh biaya (bahan baku, operasional, gaji, sewa) di bulan yang sama. Hasilnya adalah untung atau rugi bersih bulan tersebut. Bedanya dengan arus kas: laba rugi mengukur performa usaha, sedangkan arus kas mengukur ketersediaan uang tunai — dua hal ini bisa berbeda, misalnya saat kamu untung di atas kertas tapi uangnya masih tertahan di piutang pelanggan.
3. Catatan Stok/Persediaan
Untuk usaha yang menjual barang, catatan stok membantu mendeteksi selisih (barang hilang, rusak, atau salah catat) dan menghindari kehabisan stok tanpa disadari. Catat minimal: jumlah masuk, jumlah keluar (terjual), dan sisa stok per item.
Mulai dari Spreadsheet, Bukan Software Mahal
Kamu tidak perlu langsung membeli software akuntansi di awal. Google Sheets atau Excel dengan tiga tab sederhana (Arus Kas, Laba Rugi, Stok) sudah cukup untuk usaha yang baru mulai. Pindah ke software khusus baru relevan setelah transaksi harian sudah cukup banyak sehingga pencatatan manual mulai memakan waktu.
Jadwalkan Waktu Khusus untuk Mencatat
Kesalahan paling umum bukan soal tahu caranya, tapi soal konsistensi. Sisihkan 10–15 menit di waktu yang sama setiap hari (misalnya sebelum tutup toko) khusus untuk mencatat transaksi hari itu. Laporan keuangan yang telat dicatat cenderung tidak pernah selesai dicatat.
Setelah laporan laba rugi bulanan mulai rapi, kamu bisa memakai angka biaya tetap dan biaya variabel di dalamnya untuk menghitung BEP usahamu lewat kalkulator BEP kami.
Coba sekarang
Kalkulator BEP →