verifdec

Marketing · 5 menit baca

Cara Menghitung ROI Marketing Digital agar Budget Iklan Tidak Sia-Sia

Ditulis oleh Diky · Diterbitkan 2026-06-25 · Diperbarui 2026-06-25

Banyak UMKM rutin mengeluarkan budget untuk iklan di media sosial atau marketplace, tapi jarang benar-benar menghitung apakah kampanye tersebut menguntungkan atau justru menggerus margin. ROI (Return on Investment) marketing adalah cara paling sederhana untuk menjawab pertanyaan itu.

Rumus Dasar ROI Marketing

ROI (%) = ((Pendapatan dari Kampanye − Biaya Kampanye) ÷ Biaya Kampanye) × 100%. Angka positif berarti kampanye menghasilkan lebih banyak dari yang dikeluarkan, angka negatif berarti kampanye tersebut merugi.

Biaya yang Sering Terlewat saat Menghitung ROI

Kesalahan paling umum adalah hanya memasukkan biaya iklan itu sendiri, padahal ada biaya lain yang menyertainya: biaya desain konten, biaya admin yang mengelola iklan, ongkos produksi tambahan untuk memenuhi lonjakan pesanan, dan biaya platform atau payment gateway. Jika biaya-biaya ini tidak dihitung, ROI yang terlihat bisa jauh lebih tinggi dari kenyataan.

Bedakan Revenue dan Profit saat Menghitung

Pendapatan dari kampanye bukan berarti seluruhnya adalah keuntungan. Untuk gambaran yang lebih jujur, sebagian pelaku usaha menghitung dua versi ROI: ROI berbasis omzet (revenue) untuk melihat efektivitas menarik penjualan, dan ROI berbasis margin kotor untuk melihat efektivitas sebenarnya terhadap keuntungan usaha.

Contoh Kasus

Sebuah UMKM menghabiskan Rp2.000.000 untuk iklan selama sebulan dan menghasilkan penjualan senilai Rp7.000.000 dengan margin kotor 40%. Margin kotor dari penjualan tersebut adalah Rp2.800.000. ROI berbasis margin = ((2.800.000 − 2.000.000) ÷ 2.000.000) × 100% = 40%. Angka ini jauh lebih realistis dibanding menghitung ROI dari Rp7.000.000 penjualan kotor tanpa memperhitungkan biaya produksi.

Pantau ROI per Kanal, Bukan Cuma Total

Jika kamu beriklan di lebih dari satu platform, hitung ROI masing-masing kanal secara terpisah. Sering kali satu kanal jauh lebih efisien dari yang lain, dan tanpa memisahkan datanya, budget bisa terus dialokasikan ke kanal yang sebenarnya kurang menguntungkan.

Kamu bisa memakai kalkulator ROI marketing kami untuk mensimulasikan berbagai skenario budget dan target penjualan sebelum benar-benar menjalankan kampanye.

Coba sekarang

Kalkulator ROI Marketing